Setiap Rabu malam biasaya aku bermain futsal di D’futsal Casablanca. Minggu lalu, tepatnya tanggal 31 Januari aku maen juga. Agak terlambat memang aku datang namun teman2, saudara menyambutku dengan antusias. Pemanasan sebentar lalu aku masuk menggantikan seorang pemain.![]()
Timku dalam keadaan tertekan waktu itu, skor ketat 6-5 untuk lawan. Begitu aku masuk, permainan sedikit berubah, aku kehilangan dua kesempatan emas mencetak gol walau tinggal berhadapan dengan kiper. Kesempatan ketiga datang, dan tinggal ku tap in aja bola didepan gawang. 6-6.
Setelah itu tim aku tidak tertahan lagi. Kami mencetak tujuh gol tambahan empat diantaranya melalui kaki perakku (kalo kaki emas aku jadi pemain nasional dong heheh).
Dua diantaranya patut dikenang. Yang pertama aku melewati tiga pemain dari tengah sebelum mencetak gol dengan mengecoh pergerakan kiper. Kiper bergerak ke kanan mengikuti gerakan mataku sementara bola kutendang ke kiri. Yah sialan, kata kipernya.
Aku senyum aja, ketipu nih ye..Temen2 bertepuk tangan…
Yang satunya tak kalah cantiknya. Aku berada di sebelah kanan setengah lingkaran penalti lawan dan menerima umpan lambung dari bek tim kami. Umpannya sempurna, kutahan dengan dada, lalu kukontrol dengan paha sebelum menyentuh tanah, baru kemudian kutendang dengan voli ke pojok kiri gawang lawan tanpa melihat. Banggg!! Gol!! Bek lawan dan kiper lawan cuma melongo..
Menyenangkan rasanya punya memori mencetak gol2 indah seperti itu. Ayo siapa yang mau bertanding, kita bisa set up untuk maen.
Cuma sesudah itu, aduh, hujan deras semalaman, bahkan kamisnya pun hujan lagi. Banjirlah Jakarta. Ampun. Setelah panas tidak karuan menyerang Jakarta sekitar Januari, akhirnya alam menumpahkan airnya. Nggak tanggung-tanggung seminggu penu hujan mengguyur Jakarta.
Banjir dimana-mana. Aktivitas terhambat, pikiran jadi stress. Tambah semrawut deh Jakarta.
Untung rumahku di Depok aman.
Life goes on man. Rabu malam kemarin tetap aja aku maen futsal. Banjir ya banjir, futsal jalan terus.
Kali ini aku mencetak lima gol lagi, cuma kakiku berat sekali sehingga 5 peluang emas lainnya gagal jadi gol. Tim kami pun bermain tidak seperti biasanya, jelek. Namun uniknya kami bisa mencetak 20 gol dalam satu jam. Lawan hanya mencetak separuhnya.
Banjir bikin capek pikiran, bikin nggak sehat, futsal bikin sehat.
Besok mari kita bermain tenis.







0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment