Oleh Satrio Arismunandar Producer – News Division, Trans TV, Floor 3
DAFTAR CREW NEWS TRANS TV YANG PINDAH KE TV7 ( click here for more )
Titin Rosmasari (menjadi Kepala Departemen Buletin & Current Affairs)
Sulaeman Sakib (menjadi Kepala Departemen Magazine & Documentary)
Pracoyo Wiryoutomo (Executive Producer)
Teguh Satyawan Usis (Executive Producer)
Producer: Amatul Rayani Gatut Mukti Mufthi Akbar Nicky Laoh Associate Producer: Asri Rasma Ardina Yunita Fajar Ridwan Ilham Jauhari M. Affan Mantu Nurul Qoyimah Tunggul Bayu Aji Yulius Suman.
Berdasarkan pengamatan, kualitas crew TV7 saat ini sebenarnya sudah baik. Jadi tambahan kekuatan ini Insya Allah dan kita optimis, akan makin memperkuat bagian News TV7.
Bagi saya pribadi, yang jam terbangnya masih sangat rendah di dunia broadcasting televisi, sangat menarik mengamati bagaimana proses “kemitraan strategis” TV7-TransTV ini secara bertahap makin menunjukkan bentuknya. Bagian Produksi & News TV7 nanti akan pindah ke gedung Trans TV di Jl. Kapt. Tendean, Jakarta Selatan. Arahnya, konsolidasi TV-TV swasta Indonesia tampaknya mengarah menjadi seperti di Amerika (yang hanya ada tiga TV melakukan siaran nasional).
Di Indonesia, pelan-pelan arahnya makin menuju ke sana: 1. RCTI, Global TV dan TPI 2. ANTEVE, Lativi (+ StarTV/Murdoch) 3. Trans TV & TV7 Yang tersisa: Metro TV, SCTV dan Indosiar cepat atau lambat mungkin akan bergabung dalam salah satu dari tiga pengelompokan di atas. Sedangkan TVRI tetap menjadi TV publik.







47 responses so far ↓
adi // September 13, 2006 at 4:50 pm
kapan nich TV7 masuk ke batam?
aku lelah // November 20, 2006 at 5:11 pm
huahhhh ternyata ex gitaris skrg dah jadi produser…kapan gw jdi kameramen yah…:((
Yana Imut Gitu Lhoo... // December 24, 2006 at 9:05 am
alow… selamat jumpa di Elbeha
Arga Kurniawan // December 24, 2006 at 9:07 am
Bismillahirrahmanirrahiim…
Aldo Iwak Kebo // December 24, 2006 at 9:09 am
Nama-nama yang sudah masuk:
Titin Rosmasari (menjadi Kepala Departemen Buletin & Current Affairs)
Sulaeman Sakib (menjadi Kepala Departemen Magazine & Documentary)
Pracoyo Wiryoutomo (Executive Producer)
Teguh Satyawan Usis (Executive Producer)
Producer: Amatul Rayani; Gatut Mukti; Mufthi Akbar; Nicky Laoh. Associate Producer: Asri Rasma; Ardina Kartikasari; Yunita; Fajar Ridwan; Ilham Jauhari; M. Affan Mantu; Nurul Qoyimah; Tunggul Bayu Aji; Yulius Suman.
M. Irfan Budi Gunawan // December 24, 2006 at 9:14 am
Biodata Utama
Humas Tv 7
Assalamualaikum Wr.Wb
Saya ada sedikit saran dan pendapat buat Tv 7, kalo diterima Alhamdulillah dan kalo tidak diterima nggak apa-apa, dan sepertti biasa saya nulisnya agak sedikit nyeleneh karena pada dasarnya saya orangnya senang becanda. Ok deh langsung aja ya :
1. Saran saya sebaiknya tayangan acara TABIR yang ditayangkan saban Jumat malam diganti penayangannya menjadi hari minggu pagi, siang ataupun sore hari, mengingat tayangan tersebut berorientasikan pada sejarah nasional, hal ini dapat memberikan wawasan khususnya kepada para pelajar kita yang sekarang ini lebih banyak menghafal sejarah para artis, kelompok band, dan lain-lain, jadi dengan pindahnya jam tayang tersebut dapat membantu para generasi muda kita dalam mempelajari sejarah bangsanya sendiri iya kan ? jadi tegasnya ganti dong jam tayangnya pada hari libur….gitu lo..
2. Ada baiknya saran dari kawan-kawan di forum tentang biografi presenter itu ditanggapi karena ini dapat mendekatkan pemirsa dengan kru TV7, tapi dalam biografi tersebut nggak perlu dicantumkan alamat rumah/email atau nomor telp/Hp sipresenter, hal ini untuk mencegah hal-hal yang dapat menggangu mereka terutama dalam bekerja, jadi isinya tentang apa saja yang penting sesuai dengan data diri presenter yang tentunya sesuai pula dengan ketentuan dari TV7 sendiri…..jadi misalnya begini :
Nama Lengkap : Isyana Bagoes Oka
Nama Panggilan : Yana Imut Gitu Lho…
Tem/Tgl/Lahir : Bali, tanggal 32 bulan 13 tahun 1980
Hobby : Senyum sendiri di depan kamera
Nama Suami : I Made Apa…..Gitu Lho
Dan lain-lain,……atau misalnya lagi :
Nama Lengkap : Nina Melinda
Nama Panggilan : Nina, Meli, Linda,…atau apa aja
Tem/Tgl/Lahir : Bandung tanggal 33 bulan 14 tahun 1980
Hobby : Ngejar kasus Kriminal
Nama Suami : Mau….Tapi Nggak Pakai Teh
Dan lain-lain………, Oke itu aja saran saya, dan buat Isyana dan Mbak Nina….sory ya cuma becanda koq……jangan marah yaaaaa….entar nanti “UMR” nya dipotong 2,5% oleh Tv 7 he……he……he…,……Oh ya salam saya juga buat LELLY HERMAWAN, wah anda maniz juga yaa…Wassalamualaikum WrWb
attazkiyahmedia@yahoo.com
Arief Purnawan // December 24, 2006 at 9:19 am
salam kenal bwt mbak2 N mas2 kru TV7..
hmm,..to the point aja ya,..aku fansnya mbak yana aprilia y g j d hostnya berita malam…pliss bgt bs “di hadirkan” jd salah satu bntg tamu 4 mata(kapan y??)…mungkin presenter acara lain bs ikut jg..seperti jejak petualang…mbak riani jangkaru…
..thx ya..
Awan Hermawan // December 24, 2006 at 9:21 am
Si Euis… Mojang parahiyangan, campuran Indo belanda Subang. Ayahnya Subang, ibu Amsterdam, lahir di Lembang, mojang priangan. ayahnya subang, ibu amsterdam, meniti karier di kota Kembang!
Endri Gunadi // December 24, 2006 at 9:28 am
eMTz…
Ujang Sutisna // December 24, 2006 at 9:32 am
Persaingan dunia televisi di Indonesia kian sengit. Menurut wikipedia, stasiun televisi nasional yang beroperasi di Indonesia sekarang ini berjumlah 11 yakni (RCTI, SCTV, ANTEVE, INDOSIAR, LATIVI, TPI, GLOBALTV, TRANSTV, TRANS7, METROTV dan TVRI. Jumlah tersebut belum termasuk stasiun TV lokal di daerah, yang saya lihat, cukup digemari oleh khalayaknya seperti JogjaTV, BaliTV, JakTV dsb. Dengan jumlah sedemikian banyak tersebut, pengelola televisi dipaksa menghadirkan acara yang berating tinggi agar diminati pengiklan (bukan bermutu lho, sebab menurut saya, acara bermutu di televisi, dapat dihitung dengan jari. Dalam hal kasus di Indonesia, rating tinggi tidak ekuivalen dengan bermutunya acara tersebut ). Tak heran, merger, akuisisi dan sejenisnya menjadi keniscayaan bagi pengelola televisi, agar tetap eksis. Sebagai misal, ANTeve pun menyambut uluran tangan STAR Grup milik raja media Rupert Murdoch untuk masuk membenahi manajemen ANTeve milik Bakrie Grup tersebut yang sempat dijauhi para pengiklan karena acaranya kebanyakan rerun atau pengulangan pada waktu itu. Hal yang mirip sama dilakukan oleh raja media seperti Kompas yang merelakan sahamnya, sebanyak 49% dijual ke TransTV. Hmm..sudah saya perkirakan hal ini pasti terjadi karena industri televisi memang padat modal dan harus kreatif menyajikan acara-acara agar diminati pengiklan . Tanpa dua hal tersebut, lonceng kematian tinggal menunggu waktu saja bila tidak segera berbenah diri atau bekerjasama dengan pihak luar.
Semalam sepulang kantor, saya melihat siaran live ulang tahun TransTV dari Plenary Hall JCC Jakarta. Acara tersebut selain disiarkan secara langsung oleh TransTV, juga disiarkan oleh TV7 selaku adik kandungnya sekarang. Meriah dan megah, itulah kesan saya terhadap acara semalam. Namun ada hal yang mengejutkan bagi saya semalam di tengah hiruk pikuk kemeriahan acara tersebut yakni peluncuran logo baru dan nama baru untuk TV7 menjadi Trans7 !. Diiringi nyanyian merdu dari Agnes Monica, Ishadi SK, bos Trans TV mengumumkan perubahan nama TV7 menjadi Trans7. Identitas korporat TV7 berupa logo yang berwarna merah pun ikut-ikutan diubah menjadi warna biru yang merupakan identitas korporat dari TransTV (nampaknya TransTV juga ingin mengubur jejak TV7 semuanya, termasuk hari jadi TV7 yang dibuat sama dengan ulang tahun TransTV yang ditandai dengan peluncuran logo baru tersebut. Mungkin ingin menghilangkan image kalau TV7 diasosiasikan dengan Kompas ??? ).
Dalam pengamatan saya, semenjak TV7 dibeli sebagian sahamnya oleh TransTV, acaranya pun dibuat mirip-mirip dengan Trans TV. Gaya jurnalismenya pun demikian. Semua dibikin sama dengan televisi saudaranya. Menurut saya, hal ini merupakan keanehan kalau boleh dibilang bukan sebuah kemunduran. Seharusnya, tetap biarkanlah TV 7 dengan ciri khas yang dimilikinya. Tidak harus acaranya dibuat sama dengan saudaranya, TransTV. Apalagi logo dan identitas korporatnya. Apa bedanya kalau semuanya dibuat mirip seperti itu??.
Dalam pemikiran saya, pihak TransTV bisa belajar dari MNC Grup yang menaungi tiga stasiun televisi yakni RCTI, TPI dan GlobalTV. TPI meski sudah dibeli oleh grupnya RCTI tersebut tidak lantas menjadi ke-RCTI-RCTIan acaranya (hehehe..saya kesulitan mencari padanan katanya nih ). Ciri khas televisi dangdut yang menyasar golongan menengah ke bawah tetap dipertahankan dan tidak latah mengikuti jejak saudaranya, RCTI. GlobalTV pun demikian. Tetap jalan dengan kekhasannya masing-masing. Dengan demikian, penonton mempunyai alternatif pilihan acara yang jelas dan tidak membosankan. Bagi pengiklan, hal ini juga sangat menguntungkan. Mereka dapat dengan leluasa menempatkan iklan-iklannya sesuai dengan stasiun dan jenis acaranya.
Oleh sebab itu, perubahan TV7 menjadi Trans7 dan membuat formula acara yang mirip dengan saudaranya, TransTV menurut saya merupakan pertaruhan besar bagi Trans Corp. Waktu yang akan membuktikan, apakah langkah yang ditempuh ini on the track atau tidak. Mudah-mudahan asumsi saya salah. Mari kita lihat bersama.
Denny Santoso // December 24, 2006 at 10:05 am
tes
Muhammad Kuncung // January 4, 2007 at 11:11 am
Tahun 2006 baru saja kita lewati, betul? Lalu, kita akan memasuki tahun 2007. Sobat Jablai, rahimakumullah, selamat tahun baru 2007!
Bonbon "Gendut" Wigroho // January 7, 2007 at 9:11 am
BIDADARI DUA DETIK
Aku lahir di Jakarta, 19 Mei 1980. Aku anak kedua dari lima bersaudara pasangan Mumun Wigroho – Hadi Hariyadi.
- putus -
Sumber: Hai, 1-7 Januari 2006
Mulai bulan ini Lena membintangi sinetron yang berjudul Klinik 24 Jam.
Kencung M. Abshari // January 7, 2007 at 9:54 am
Coba perhatikan antara perbedaan hari lahir Intan Erlita dan Reza Bukan. Kalo Intan mah lahir 23/11/80, kalo reza mah 26/11/80. Berarti Intan lebih dulu 3 hari lahir dari Reza.
Kencung M. Abshari // January 7, 2007 at 9:56 am
Coba perhatikan antara perbedaan hari lahir Intan Erlita dan Reza Bukan. Kalo Intan mah lahir 23 Nopember 1980, kalo reza mah 26 Nopember 1980. Berarti Intan lebih dulu 3 hari lahir dari Reza.
Undang Kusmanto // January 26, 2007 at 6:38 pm
Fantastik Global TV
Pada tanggal 8 Oktober 2006, Global TV genap berusia 4 (empat tahun). Di usianya yang masih cukup muda ini, Global TV telah terbukti dapat terus bertahan di kancah persaingan industri pertelevisian Indonesia. Global TV mempunyai 3 format program yang sangat diminati dan digemari oleh pemirsa anak-anak, remaja, dan keluarga muda, dengan ditayangkannya program kartun Nickelodeon, MTV, Sport, Sinetron, News dan program-program in-house Global TV.
Program-program Global TV saat ini, dapat dikategorikan menjadi beberapa genre, diantaranya sinetron, reality show, news, variety show, infotainment, feature, sport, movie, komedi, TV Magazine, games/quiz, musik, dan kartun. Beragamnya program-program acara ini juga ditunjang dengan semakin luasnya jangkauan siaran Global TV hingga ke 18 kota besar, sejak 15 Januari 2005, seperti: Makassar, Palembang, Manado, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Padang, Pekan Baru, Bandar Lampung, Jambi dan Jayapura.
President Director Global TV, Stephen K. Sulistyo, mengungkapkan bahwa “Merupakan suatu perjalanan yang tidak mudah bagi Global TV hingga dapat mencapai taraf dikenal dan digemari pemirsa Indonesia seperti sekarang ini. 4 tahun sudah Global TV menjadi penyemarak dalam kehidupan pemirsa berjiwa muda di seantero Indonesia. Terima kasih atas dukungan dan peran serta dari semua pihak, terutama dari pemirsa setia Global TV.“
Puncak acara ulang tahun Global TV ke – 4 ini akan diselenggarakan pada tanggal 13 Oktober 2006 dan disiarkan langsung (live) bersama dengan RCTI dari Istora Senayan – Jakarta, pada pukul 20.10 WIB. Acara akan diawali dengan menggelar Red Carpet yang akan dilalui oleh tamu-tamu undangan Global TV.
Selanjutnya, akan digelar sajian apik yang menampilkan artis-artis ternama, seperti: Ratu, Radja, Agnes Monica, Nidji, Samson, Titi DJ, Indonesia Idol, dan KDI. Acara akan semakin meriah dengan kehadiran host-host handal, seperti: Indy Barends, Indra Bekti, Nirina Zubir, dan Anisa Pohan.
Di penghujung acara ini juga akan diluncurkan logo baru Global TV. Seperti apa logo itu dan bagaimana filosofisnya? TUNGGU TANGGAL 13 OKTOBER…
Ferry Darman // January 26, 2007 at 6:40 pm
GLOBAL TV
Semakin Seru di Usia 4 Tahun
Pada tanggal 8 Oktober 2006, Global TV genap berusia 4 (empat tahun). Di usianya yang masih cukup muda ini, Global TV telah terbukti dapat terus bertahan di kancah persaingan industri pertelevisian Indonesia. Global TV mempunyai 3 format program yang sangat diminati dan digemari oleh pemirsa anak-anak, remaja, dan keluarga muda, dengan ditayangkannya program kartun Nickelodeon, MTV, Sport, Sinetron, News dan program-program in-house Global TV.
Program-program Global TV saat ini, dapat dikategorikan menjadi beberapa genre, diantaranya sinetron, reality show, news, variety show, infotainment, feature, sport, movie, komedi, TV Magazine, games/quiz, musik, dan kartun. Beragamnya program-program acara ini juga ditunjang dengan semakin luasnya jangkauan siaran Global TV hingga ke 18 kota besar, sejak 15 Januari 2005, seperti: Makassar, Palembang, Manado, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Padang, Pekan Baru, Bandar Lampung, Jambi dan Jayapura.
President Director Global TV, Stephen K. Sulistyo, mengungkapkan bahwa “Merupakan suatu perjalanan yang tidak mudah bagi Global TV hingga dapat mencapai taraf dikenal dan digemari pemirsa Indonesia seperti sekarang ini. 4 tahun sudah Global TV menjadi penyemarak dalam kehidupan pemirsa berjiwa muda di seantero Indonesia. Terima kasih atas dukungan dan peran serta dari semua pihak, terutama dari pemirsa setia Global TV.“
Puncak acara perayaan HUT Global TV ini diselenggarakan pada tanggal 13 Oktober 2006 dan disiarkan langsung dari Istora Senayan – Jakarta di 2 (dua) TV, yaitu: RCTI dan Global TV. Pada acara yang bertema “FANT4STIK”, Global TV menampilkan artis-artis papan atas, seperti: Agnes Monica, Ratu, Radja, Nidji, Samson, Titi Dj, Indonesia Idol, dan KDI. Acara ini semakin SERU! dengan hadirnya host-host ternama, seperti: Indi Barends, Indra bhekti, Anisa Pohan, dan Nirina Zubir, dan dihadiri oleh sekitar 5000 undangan.
Bersamaan dengan perayaan HUT Global TV Ke-4 ini, Global TV juga meluncurkan logo barunya. Dalam rangka peluncuran logo baru ini, Global TV membuat puzzle logo dengan ukuran 21 m x 31 m, yang disusun oleh sekitar 450 anak yatim piatu dari beberapa yayasan/panti asuhan di Jakarta. Puzzle ini dicatat sebagai puzzle logo terbesar oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaannya diserahkan langsung oleh Jaya Suprana, sebagai perwakilan MURI, kepada Direktur Sales & Marketing Global TV Bapak Agus Sjafrudin.
Logo baru dari Global TV menggambarkan wajah baru penyiaran televisi yang moderen, dinamis, memiliki semangat dan jiwa muda pemirsa Global TV. Logo baru ini terdiri dari 2 bagian, yaitu: kata “Global TV” dan huruf “G”. Kata “Global TV” merupakan simbolisasi dari moderenitas, fleksibilitas, keramahan dan sikap bersahabat. Sementara, huruf “G” mencerminkan semangat Global TV yang baru. Huruf G ini juga dibuat agar mudah diingat oleh pemirsa, dengan 3 segment, yaitu: anak-anak, remaja, dan keluarga muda, dan menjadi inspirasi masa depan Global TV. Secara keseluruhan, gabungan simbol huruf “G” dan kata “Global TV” mencerminkan semangat baru Global TV.
Decky Irwanto // January 26, 2007 at 6:43 pm
Tes. Saksikan LIGA DJARUM di GLOBAL TV dan TPI.
PARJO // January 28, 2007 at 12:07 am
KAPAN YO, AKU ISA KERJA NENG KANA
Bosen... // January 28, 2007 at 9:35 am
Hapus aja tayangan LDI 2007 di TPI ame rekannye yaitu, GLOBALTV! Musnah!
Tenten_cilacap // February 7, 2007 at 1:29 am
Aku Juga Ngefans berat ama Mba Yana Aprilia
Kalau Nonton Redaksi Malam Yang ditunggu cuma presenternya Gimana gitu loh
frenky kristian saragi // March 6, 2007 at 4:59 pm
Saya mahasiswa fakultas hukum undip semarang semester 8. Sekarang saya sedang menempuh skripsi. Saya berencana membahas tentang proses akuisisi antara rtans tv dan tv 7 menjadi trans 7.
Bolehkah saya melakukan penelitian terhadap trans tv dan tv7?
Apakah saya diijinkan untuk riset ke perusahaan trans tv dan trans 7?
Mohon saya diberikan informasi yang lengkap dan data-data yang jelas tentang proses akuisisi tersebut.
saya juga minta tolong dikirim alamat lengkap dan nomor telepon trans tv dan trans7.
Maaf merepotkan .. Terimakasih atas bantuan dan informasinya.
Semoga trans tv dan trans 7 tetap jaya…
frenky kristian saragi // March 6, 2007 at 5:09 pm
Nama : Frenky Kristian Saragi
TTL : Pematangsiantar, 10 Desember 1985
Alamat : Jl Kertanegara Selatan No.14 RT 09 RW 02, kelurahan pleburan, kecamatan semarang selatan, Semarang, Jawa Tengah, 50241
HP: 0818 024 37885
Email : friendkey_k@plasa.com
Pekerjaan : Mahasiswa fakultas Hukum Undip Semarang, semester 8, sedang menempuh skripsi tentang proses akuisisi trans tv dan tv7 menjadi trans7
Mohon bantuan informasi tentang:
1.proses akuisisi trans tv dan tv7 menjadi trans 7
2.apakah saya dapat melakukan penelitian ke trans tv dan trans 7?
3. alamat lengkap, no.telp yang bisa dihubungi, website,dll dari trans tv dan trans 7
Makasih ya..
udonk // March 21, 2007 at 1:35 pm
Tolong dong buat kru di Global atau lainnya, kasih tahu siapa si Lena yang main jadi Suster Astuti di Komedi Situasi “Klinik 24 jam” Global TV tiap selasa dan rabu malem. Gue ngefan nih ma dia. Kalo ada ya ama fotonya. Tengkyu ya bos
Daniel // April 11, 2007 at 8:34 am
Mampukah SEZ terujud di Batam,Indonesia tanpa teknoloji TV & kekurangan fasilitas pertelevisian?
DUNIA PERTELEVISIAN DI KEPRI KHUSUSNYA SEZ MEMBAWA INDONESIA TERKEBELAKANG BERBANDING DENGAN NEGARA TETANGGANYA.
Dalam dunia pertelevisian di daerah perbatasan Indonesia, Malaysia dan Singapura, Kepulauan Riau (Kepri) yakni sebuah propinsi baru di Indonesia dilihat agak terperuk jauh terkebelakang berbanding daerah perbatasan negara jiran lainnya. Walaupun penduduknya hanya dianggarkan sebanyak 2 juta orang, tapi Batam merupakan kota kedua terpenting di Indonesia setelah DKI Jakarta, ini kerna Batam menduduki tangga kedua senarai terbanyak investor asing berbanding kota-kota besar lainnya dan kota termaju di Sumatera. Setelah Kepri diangkat sebagai Zona Ekonomis Khusus atau Special Economic Zone (SEZ), investor asing mulai berdatangan menanam modal di sini. Namun apa yang agak memalukan dan mengherankan penduduk, investor dan wisatawan asing di sini adalah sistem pertelevisiannya yang nggak efisen dan kurang jernih dari segi video mahupun audionya. Berbanding dengan dua lagi tetangganya yaitu Singapura dan Johor, Malaysia, kwalitas stasiun-stasiun tv-nya kebanyakannya begitu teruk baik televisi dari pemerintah mahupun swasta. Contohnya yang paling mengecewakan adalah stasiun MetroTV yang dikabar-kabar’in sebagai CNN-nya Indonesia, hanya dapat tertangkap di dalam Kodya Batam sahaja, nggak tertangkap di kota-kota lainnya seperti Karimun, Tg. Pinang, Bintan (ibukota propinsi Kepri) dan Telaga Punggur yakni kota di selatan Pulau Batam itu sendiri. Perlu diingat yah, SEZ merangkumi seluruh Kecamatan Batam, Karimun dan Bintan serta pulau-pulau kecil sekitarnya. Nah, makanya sungguh memalukan CNN-nya Indonesia nggak bisa relay di Kepri dengan sempurna tambah lagi dong TRP-nya kepada 30kW. Kita sedia maklum, televisi merupakan media terpenting dalam mendapatkan informasi, berita dan cerita yang lengkap mengenai Indonesia kepada investor asing. Stasiun tv yang relay di Batam sekarang ini sepertinya nggak pikir dengan sematang-matangnya sebelum merelay stasiunnya ke sini. Apa nggak kebayang di pikiran apa? mereka (pehak berwenang stasiun-stasiun tv) ini membawa nama besar Bangsa Indonesia di mata investor dan wisatawan asing. Sepertinya stasiun-stasiun tv ini membukti’in bahwa Indonesia ini sebuah negara yang mundur dan terkebelakang dalam semua hal berbanding rekan-rekannya di ASEAN ini. Jika kemudahan basis seperti ini nggak diperbetul’in dan diperbaiki mana mungkin Batam dapat menarik investor dan wisatawan asing. Pikir dong. jangan hanya tau nayangin film-film dan sinetron-sinetron aja, tunjukin jugak deh dokumentari dan info mengenai Indonesia. Kami penduduk Kepri berharap pehak berwenang dari stasiun-stasiun tv yang telah, mau pun pengen relay di Batam agar meningkatkan kwalitasnya dulu, biar ia sama taraf kedudukannya dengan tetangga kita. Tapi kami cukup berbangga sama stasiun RCTI dan SCTV kerna kwalitas gambarnya cukup memuaskan kami mau pun wisatawan asing. Moga-moga perkara ini diambil serius dan jangan dianggap’in sebagai perkara spele dan remeh kerna ianya soal Bangsa Indonesia dan imej negara kita sendiri. TVRI juga perlu diperbetul’in… Pemerintah jangan bikin malu dehh ketara banget deh pemerintah nggak serius dalam hal ini lagi pula saluran VHF nggak lagi sesuai ketika ini di harapin agar pemerintah menukar signal TVRI ke saluran UHF dan satu lagi kapan dong TVRI khusus stasiun lokal mau relay di Batam kayak kota-kota besar lainnya. Pehak berwenang tv nasional yakni nationwide kayak TPI, TransTV, Indosiar dan antv, serta tv lokal BatamTV dan SemenanjungTV juga perlu perbetul’in stasiun-stasiun relaynya….nyebel’in aja dehhh.. Trans 7, Lativi, GlobalTV kapan lagi mau relay di Batam? Pikir dong Batam kini ibarat lubuk ‘EMAS’ nya Indonesia rugi jika nggak relay di sini, jangan pikir penduduknya sedikit nggak ada potential, pikir dong tentang iklan-iklan dan sponsor-sponsor yang bakal didapet’in… Mungkin ibu kotanya Indonesia satu hari nanti dipindah’in ke sini kerna kedudukannya yang strategis berbanding daerah-daerah lainnya. Bukti’in Indonesia Bisa..
franco brebes // May 3, 2007 at 11:42 am
aku butuh banget kerjaan nihh,,
apa aja dehh
aku jujur ko berani jamin.
aku orang kampung yang ingi mengadu nasib
di jakarta.kalau ada hub:085880197216 makasihh
yahh atas informasinya. franco brebes.
hariyadi // May 19, 2007 at 6:52 pm
setelah membaca komentar-komentar di atas ada banyak tanggapan terhadap program pertelivisian di Indonesia. saya pun setuju bahwa para pengelolah televisi di indonesia tidak mempunyai indentitas jelas dan tidak punya visi perjuangan yang jelas. banyak terungkap televisi indonesia lebih menekankan dagang dan bukan perjuangan untuk memperkembangkan Indonesia. kesamaan program yang nyata terjadi ini, menunjukkan adanya ketidakmampuan untuk berkreativitas dan hanya mengejar uang serta sensasi yang membawa kepada persaingan antara stasiun televisi yang satu dengan yang lain.
kalau hal ini terus belanjut maka pertelevisian di Indonesia tidak akan menemukan jati diri yang membawa kepada perkembangan anak bangsa. memang dari segi materi dan finansial akan berkembang tetapi segi mental dan religius tidak akan terbentuk. tidak ada televisi di indonesia secara terang-terangan memperjuangkan suatu bidang tertentu dan sungguh-sungguh tekun. banyak yang jatuh dan takut dalam persaingan. munculnya stasiun televisi barupun tetap tidak memberi warna yang jelas. persaingan dalam bidang finansial justru sangat kentara dengan perbandingan tayang antara iklan-iklan dari pada acara yang dibuat oleh televisi itu sendiri.
iklan sekarang memang menarik dan kreatif tetapi program televisi justru minim dan tak berkembang. bisa dipahami bahwa tidak iklan program televisi nggak jalan. tetapi pertanyaan saya sekarang kalau program televisi dibanjiri dengan berbagai iklan apakah ini tidak menunjukkan bahwa televisi di indonesia adalah perpanjangan tangan para pedagang, dan pengusaha bermodal besar?
indriea // May 31, 2007 at 9:34 am
trans7 tolong dong….aku butuh data nama-nama perusahaan yang melakukan akuisisi (pengakuisisi) periode tahun 2000-2006 beserta tanggal pengumumannya.talong ya,,,terima kasih………
Yvonne // August 10, 2007 at 7:54 pm
Saya ingin mengajak bisnis semua rekan di Trans 7,lebih baik lagi kalo si TUKUL bisa ikutan…kan isterinya bisa bantu dalam bisnis ini.Modal cuma 30 ribu lho..tolong dong..agar kita bisa saling membantu dalam bisnis ini.Saya yakin bisa kok,semua orang/bahkan mahasiswa sekalipun bisa.Gabung aja ke:
http://www.success-team.biz?id=pooh
Efrizal Zein // August 18, 2007 at 11:05 pm
Apakah Trans 7 sudah tidak menayangkan liga Inggris lagi ? Sungguh sangat disayangkan karena banyak pengemarnya.
Thks,
EZ
kadir kudus // September 29, 2007 at 1:29 am
apa kabar buat crew trans 7… kami ngajak jejak petualang ke surga lautan kami.tempatnya di Sulawesi tenggara kab.muna kec.maginti.desa bangko. potensi:Suku Bajau dengan ciri khasnya hidup diaut,pemukiman pertama diatas air. hubungi kami di 04115429357. kami siap menjadi leader…thanks…
lidyahwati // October 23, 2007 at 12:59 pm
halo trans, saya mau minta data nama-nama perusahaan pengakuisisi yang melakukan akuisisi periode 2000-2006, untuk keperluan skripsi saya. trimakasih. semoga semakin jaya dan sukses buat trans..
mochkurniawan // November 22, 2007 at 5:59 am
kunjungi http://ayojakarta.com/?p=106 atau http://ayojakarta.com untuk baca Crew Trans TV ke TV 7. Thx. ya. Ada yang baru …
ronggo waskito // November 30, 2007 at 4:49 pm
comment buat presenter sport 7 malam Yana Aprilia … Makin seger and ngerti aja.. semangat nih nontonnya…. kalo bisa jadi bintang tamunya 4 mata donk?? makasih Ariverdeci…
Ns.Mustapa lutfi,Amd.kep // December 19, 2007 at 3:11 pm
Wah, seneng banget ma TV7.. Apalagi 4 Matanya tuh.. Oh mas tukul, lucunta ga dibuat – buat, alami dari dirinya.. Oh ya, aku naksir berat ma mba Nadia Vega, salam ya.. moga aja mba nadia vega baca commentku nih.. From lutfi samarinda (http://musikmidisamarinda.blogspot.com/……... HP. 085250693313
numpang pomosi // December 25, 2007 at 12:01 pm
BUAT ANAK-ANAK PELAJAR DAN ALUMBI SDN BAYE DS. BAYE KEC. KAYEN KIDUL KEDIRI. INI SITUSMU http://www.geocities.com/sdn_baye/index.htm
ardi // March 21, 2008 at 2:34 pm
gw nafsu bener kalo liat indie barends boking berapa yach?
ardi // March 21, 2008 at 2:35 pm
indi barends bokongmu waaw!!!
dadamu waaw!!
tolong hisap kontol gw donk’s
risna wahyuni // May 25, 2008 at 1:37 pm
TOLONG KIRIM KAN LAMAT YAYASAN BUNDA DORCE.SAYA MOHON,PENTING
risna wahyuni // May 25, 2008 at 1:38 pm
ke adirga_community@yahoo.co.id
Adhit // September 24, 2008 at 5:44 am
dugh,dugh,Yana ApriLia kmn ja ni?qo skrg jrng bgt bwain acra sport 7 maLam?pdhaL udh keLop tuch bwain acra’a?boLeh mnta aLamat emaiL’a ga?
tetep smangat ya?Arivederci hehehe..
nesa // April 30, 2009 at 11:29 am
hy…….?qw moe tahu capa sich nama kru film Realigi yg suka jd presenternyaa…………………..klw boleh qw minta no hpnya,,,,,plissss coz qw suka bgt ma dya,tolong kirimin ea no hpnya ke no 085220261248 di tunggu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,?
wulan // May 5, 2009 at 7:41 pm
mas or mbak gue fans banget ama erwin herwanda, pengen bangeeeeet, tapi jauh klo mau ketemu, aq si bangka belitung kabupaten bangka barat, plz dech hub. gue 081367615241, or minta nomor hpnya mas erwin herwanda host realigi,tq ya
manda // May 18, 2009 at 10:46 pm
alloww..
qw ska bgt ma acra realigi..acrany bgus bgt..apalagi abang erwin,,bagus pisan euy..!!klo bsa hostny gax usah dgnti2 y..
Jui // May 27, 2009 at 5:40 pm
Maaf mau tanya nih theme songnya acara ekspedisi alam gaib tv7 yg dulu populer.judulnya apa?karya siapa?ada yg tahu tolong jawab via email ya trims banyak
Khana Eland // May 28, 2009 at 11:16 am
saya khana darai bali. Saya mau mengatakan bahwa realigi di hari rabu tidak sangat membantu sekali, misalnya: bila ada yang pingsan langsung pamit saja tidak seperti yang hari senin ditungguin sampai sembuh! Ganti saja host yang ada di hari rabu tersebut!!!!!!!!
Adinda diva // September 19, 2009 at 1:04 pm
Hi k’erwin, mnrut q shrusnya realigi tmbah jam tyang n tmbh hri.
Krna byak orng yg ngfans realigi n ma k’erwin trusZ klo bsa krmin no tlp k’erwin donk, keNmor ne 08567646898.
Q tunggnya…!!!!